“Huff! Baru beli mobil aja, pamer mulu di IG!”
“Halah.. Sok pamer kemesraan di sosmed, paling pencitraan”
“ih.. Cowok kok kumisan. Gak gentle!”

Komen-komen di atas adalah beberapa contoh aksi orang yang kurang piknik. Inilah netizen zaman now, yang suka melampiaskan segala masalah hidupnya di internet. Saat hidup mereka membosankan, mereka cenderung nyari masalah di internet. Saat mereka gagal mengatur hidup sendiri, mereka cenderung suka mengatur hidup orang lain di internet.

Gue jadi inget, dulu gue hobi berantem di Twitter. Orang-orang nyebutnya dengan istilah “tweet-war”. Mulai dari berantem soal politik, bahkan sampai soal K-pop. Tiap hari adaaa aja alasan untuk berdebat sama orang-orang yang gue kenal aja nggak. Dan ternyata, banyak juga orang yang minat buat berdebat mulu di internet nanggepin gue. Bahkan, kadang kami bisa debat dari pagi sampe malem tanpa henti. Bayangkan… Betapa besar dedikasi kami dalam membuang waktu untuk menunjukkan pendapat kami paling benar.

Sampai akhirnya gue sadar, bahwa setiap kali gue berantem sama orang di internet, itu biasanya karena gue lagi bermasalah di kehidupan sehari-hari. Misal, belum bayar kost, atau gebetan abis ditikung temen, atau internet terputus saat download udah 99%. Kenyataannya, saat gue lagi happy-happy aja, gue nggak pernah rese di internet. Yang gue share paling joke-joke atau video-video lucu doang. Nggak ada niat buat debat sama orang.

Nah, untuk itu di postingan kali ini, gue bakal berbagi tips ke kalian untuk menjadi netizen yang menyenangkan dan nggak banyak musuh di dunia maya. Here they are:

1. Niat Yang Benar Dalam Berinternet
Apa sih maksudnya? Maksudnya ya sesederhana kalo lo mau online, pastiin lo punya niat yang benar. Misalnya, mau nyari info, mau nyari temen, atau mau nyari jodoh. Dengan niat begitu, saat lo berseluncur di dunia maya, lo bakal focus ke hal-hal positif, bukan terpancing oleh hal-hal negative.



Di internet lo bisa nyari info apaaaa aja. Internet adalah salah satu tempat terlengkap untuk belajar. Makanya, mending fokuskan diri untuk belajar, dibanding bertengkar.